Semakin
majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang semakin kritis,
menyebabkan bergesernya anggapan geosentris. Pandangan heliosentris
(helios = matahari) dianggap sebagai pandangan yang revolusioner yang
menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta.
Seorang
mahasiswa kedokteran, ilmu pasti dan Astronomi, Nicholas Copernicus
(1473–1543) pada tahun 1507 menulis buku ”De Revolutionibus Orbium
Caelestium” (tentang revolusi peredaran benda-benda langit). Ia
mengemukakan bahwa matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi
planet-planet, bahwa bulan mengelilingi Bumi dan bersama-sama mengitari
matahari, dan bahwa Bumi berputar ke timur yang menyebabkan siang dan
malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar