Senin, 09 Maret 2015
MAJAS PLEONASME
Majas Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah
jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak
diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas.
MAJAS APOFASIS ATAU PRETERISIO
Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya bahasa dimana penulis
atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh :
Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah
menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
MAJAS SILEPSIS DAN ZEUGMA
Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang mempergunakan
dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata
yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata
dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai
hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan
badannya untuk memberi hormat kepada kami.
MAJAS ENUMERASIO
Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu
kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam
keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas
permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur
perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan
terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu
membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
MAJAS EKSKLMASIO
Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata
seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan
menggigil.
MAJAS INTERUPSI
Majas Interupsi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau
bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih
menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu
disebut oleh perempuan lain.
MAJAS ASINDENTON
Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara
berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca
beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan,
kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
Langganan:
Postingan (Atom)