Rabu, 10 September 2014

CONTOH PUISI LAMA

CONTOH SYAIR 

Berikut ini saya akan mengepost SYAIR (puisi) dalam bahasa Indonesia


Bidasari Lahir

Bersalinlah adinda seorang putri
Parasnmya laksana Mandusari
Sakitnya tiada lagi terperi

Diriba Baginda kepada istri

Anaknya putri puspa warna
Eloknya bagai anak-anakan kencana
Laksana bunga cempaka warna
Maka digubah seorang rana

Setelah bersalin paduka adinda
Ditilik Baginda seraya bersabda
Atma jiwa bangunlah dinda
Mandilah Tuan sama anakanda

Setelah sudah mandi bersuci
Disambut anakanda lalu disusui
Hatinya belas tiada terperi
Anak hendak ditinggal pergi

Keduanya sama bercinta gundah
Memandang putra paras yang indah
Baginda menangis seraya bersabda
Hendak dibawa bukannya mudah

Hendak dibawa terlalu sukar
Karena berjalan di dalam belukar
Semaklah dengan duri dan akar
Lagipun panas bagai dibakar

Kepada istrinya Baginda berbahaya
Ayuhai Adinda seri istana
Anakanda jangan cintakan bena
Serahkan kepada Tuhan yang gana

Baiklah anakanda kita tinggalkan
Kepada Allah kita serahkan
Mudah-mudahan untungnya Allah tolongkan
Diambil orang dipeliharakan

Setelah sudah mufakat bicara
Musyawarat hendak meninggalkan putra
Sakitnya tiada terkira-kira
Hendak berjalan pergi segera

Anakanda disambut raja bangsawan
Diangkat diriba atas pangkuan
Ditidurkan anakanda serta merawan
Buah hatinya tidurlah Tuan

Tidurlah nyawa tidur anakanda
Tidur cahaya mata Ayahanda
Janganlah sangat bercintakan Bunda
Hendak dibawa bukannya mudah

Tidurlah anakku cahaya mahkota
Anak Ayahanda bijilah mata
Tenggelam jangan sangat bercinta
Kuserahkan kepada Tuhan semesta

. . . . . .
(dikutip dari Puisi Lama. Jakarta : Balai Pustaka)
bena : pemeliharaan dan perawatan
gena : memenuhi segala sesuatu


1 komentar: